Sifilis yang sedang dalam inkubasi mungkin diobati secara efektif dengan regimen penisilin untuk gonorrea yang dianjurkan sekarang, dan semua penderita yang diobati untuk gonorrea harus mengalami uji serologis untuk sifilis pada saat pengobatan dan pada pemantauan 6-8 minggu kemudian. Terapi dengan ampisilin, amoksisilin, atau seftriakson mungkin juga efektif. Terapi spektinomisin tidak akan menyembuhkan sifilis yang sedang dalam inkubasi. Karena risiko tinggi mendapat infeksi, "pengobatan profilaksis" harus diberikan pada kontak seksual orang-orang yang dengan sifilis infeksius dalam 3 bulan sebelumnya, tanpa memandang serologi. Tiga elemen terapi sifilis tambahan adalah mutlak: (1) Pemantauan serologi harus dilakukan pada individu yang diobati untuk menegakkan kecukupan terapi: (2) kontak seksual harus dikenali dan diobati: dan (3) uji untuk penyakit lain yang ditularkan secara seksual (sexually transmitted diseases [STD]), termasuk HIV, harus dilakukan pada semua penderita.
Sifilis pada Kehamilan. Uji serologis rutin untuk sifilis harus dilakukan sebelum trimester pertama dan untuk wanita berrisiko tinggi, juga pada permulaan trimester ke 3 dan pada persalinan. Bila tanda-tanda klinis atau serologis memberi kesan infeksi aktif atau bila diagnosis sifilis aktif tidak dapat dikesampingkan dengan pasti, pengobatan terindikasi. Penderita harus diobati dengan regimen penisilin yang tepat untuk stadium sifilis wanita. Wanita yang telah diobati seeara adekuat pada masa yang lalu tidak memerlukan terapi tambahan keeuati serologi kuantitatif memberi kesan bukti adanya reinfeksi (kenaikan titer empat kali). Doksisiklin dan tetrasiklin tidak boleh diberikan selama kehamilan, dan eritromisin tidak mengobati infeksi janin secara efektif.
Sifilis Kongenital. Terapi ibu yang cukup akan melenyapkan risiko sifilis kongenital. Namun semua bayi demikian harus dipantau sampai serologi nontreponema negatif. Risiko pemberian pada bayi neonatus adalah minimal: bayi baru diobati bila ada ketidakpastian mengenai kecukupan pengobatan ibu.
Rekomendasi sekarang untuk pengobatan sifilis kongenital meliputi regimen penisilin G aqua IV (100.000-150.000 U/kg/ 24 jam) dan prokain penisilin IM (50.000 U/kg/24 jam), diberikan selama 10-14 hari. Kadar penisilin yang lebih tinggi dieapai pada CSS bayi yang diobati dengan penisilin G IV aqua daripada mereka yang diobati dengan penisilin prokain IM. Kedua regimen penisilin masih dikenali sebagai terapi yang adekuat untuk sifilis kongenital. Bayi yang diobati harus dipantau seeara serologis untuk memperkuat penurunan titer antibodi nontreponema.
Reaksi demam sistemik akut, reaksi Jarisch-Herxheimer, dengan eksaserbasi lesi, terjadi pada 15-20% lei semua penderita dengan sifilis didapat atau kongenital yang diobati dengan penisilin. Reaksi ini bukan indikasi untuk menghentikan terapi penisilin.
Pustaka
Ilmu Kesehatan Anak Oleh Behrman Klirgman Arvin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar